Sahabat jika kita mendengar bunga maka yang tergambar oleh kita adalah bentuknya yang indah, harum wanginya, ketika memandangnya kita serasa segar dan tentunya banyak beberapa orang yang mengungkapkan beberapa perasaannya untuk rasa cintakah, bahagiakah, ucapan terima kasih, ucapan selamat dan lain sebagainya. Terlebih ketika kita mendengar bunga mawar. Maka semua keindahannya akan kita bayangkan luar biasa. Warnanya yang berbagai macam, ada merah, putih, pink, dan ada yang samar orange. Namun sahabat ada sesuatu yang kita lupakan dari semua gambaran tentang bunga mawar itu, adalah duri di tangkainya. Jika kita tak hati-hati memegang di tangkainya maka tentu duri itu akan menyakiti kita bahkan bisa jadi hingga berdarah.
Mari kita ambil ibroh dari sebuah kisah alam ini. Jika boleh saya umpamakan maka bunga mawar itu bagaikan godan dari syaitan. Syaitan itu berusaha untuk membungkus amalan kemaksiatan itu begitu indah bagaikan bunga mawar tadi. Namun ketika mendekatinya bahkan menyentuhnya maka kerugian yang didapatkan. Hampir bahkan semua amaln maksiat itu diindahkan oleh syaitan pada pandangan manusia. Misalkan zina, syaitan akan memberikan pandangan dan pemikiran yang begitu indah pada seseorang dan tentunya smua dampak keburukan dari maksiat itu dia akan tutupi sehingga terjerumuslah dan baru setelah terjerumus dia menyesal dan terkena durinya.
Contoh yang lain saya harus berani mengatakan tentang hubungan antara lawan jenis yang diluar ikatan pernikahan, ya sebut saja Pacaran. Tentunya syaitan memberikan keindahan pada kondisi ini. Begitu berbunga-bunga jika bertemu dengan sang kekasih, sehari saja tidak tau kondisi walaupun via HP maka akan gundah, ketika kekasihnya memandang pada dia terasa melayang bahkan dibalas pandangan itu tentunya dengan pandangan perasaan pada dia. Padahal sudah jelas-jelas Allah mengingatkan pada kita akan bahaya zina dan sedikitpun jagngan mendekatinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Al-Israa': 32) bahkan rasulullah pun mengingatkan kita juga dengan mengatakan “Ghadul bashor” jaga pandangan kalian. Tapi karena syaitan membungus kmaksiatan itu bgitu indah maka tak terasa bahwa yang dilakukan saat berpacaran itu adalah sedang bermaksiat pada Allah. Maka begitulah kemaksiatan itu seperti bunga mawar. Ranjau menawan. Dirasa begitu indah namun saat mendekati dan menyentuhnya dia akan terkena duri dari tankai kemaksiatan itu.
Mari kita ambil pelajaran dari smua itu, bisa jadi kemaksiatan-kemaksiatan yang tak terasa oleh kita dan bisa jadi dirasa indah dan biasa saja sedang kita lakukan. Dan duri itu belum dirasakan oleh kita. Karena durinya itu ada yang dirasakan langsung saat itu juga, ada yang dirasakan dampaknya kemudian dan ada yang diberikan durinya itu di akhirat. Wallahu’alam bishowab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar