foto Qu

foto Qu

Rabu, 03 April 2013

Ustadz Engkau Pergi Meninggalkan Pusaka Berharga Bagi Kami


saya adalah saksi bahwa beliau memang sosok yang sangat bersahaja, saya adalah murid yang pertama kali "menjerumuskan" beliau dalam partai dakwah ini yaitu PKS, saat itu saya melihat sosok beliau yang sangat bersahaja, low profile, memiliki karakter yang kuat untuk menjadi solusi ditengah ummat, menjadi contoh ditengah anak didiknya.... maka saat itu saya pertemukan beliau dengan ust. Makmur hidayat (saat itu ketua DPW Jabar), Ust. Jajang Rohana (saat itu Ketua Dapil VI kab, bandung) dan ust arifin sobari (anggota DRPRD kab, bandung). dari silaturahim tersebutlah awal mula beliau berkiprah di partai dakwah ini

beliau walau jadi tokoh masyarakat tp bliau tak segan turun tangan membina anak2 karangtaruna di desa sindangreret dengan salah satu kegiatan unggulannyya adalah bersih2 lingkungan, tak jarang saya melihat beliau bersama2 pemuda karangtaruna kotor-kotoran bersih2. saya pun sering melihat beliau pergi nyangkul disawahnya, karena saya waktu 'aliyah sering sekali tidur di sekolah karena aktifitas nasyid atau di osis....

ustadz apay begitu dia dipanggil, beliau jika ngajar sangat jelas, saya waktu itu sempat diajar oleh beliau ilmu mustolahul hadits, bahasa arab dan ilmu manntiq.... saya sangat senang dengan gaya mengajarnya yg dekat bersahabat.

sayapun masih ingat bahwa jika dahulu saat saya latihan nasyid bersama tim nasyid saya nahawan disalah satu kelas aliyah alhuda, maka dikelas lain beliau rutin dengan sukarela mengisi kajian ilmu islam pada ibu-ibu sekitar desa sindangreret.....

tidak diragukan lagi jasamu,kiprahmu di partai dakwah ini ustadz, saya menitikkan air mata saat mendengar berita takziyan antum ustadz,... saya percaya engkau akan tenang dialam sana bersama para pejuang dakwah lainnya,,,,,Engkau meninggalkan kami dan engkau pergi dengan meninggalkan Pusaka Berharga Bagi kami yaitu keteladanan, kesederhanaan, kesahajaan, dan semangat yang teguh, selamat jalan ustadz

(dodi hidayatullah, 3 april 2013)

Rabu, 20 Maret 2013

Inspirasi Kunci Sukses

salam sahabat semua, semoga kita selalu berikhtiar untuk selalu berada dalam jalan yang Haq dan selalu berikhtiar untuk terus memperbaharui iman kita menjadi lebih baik lagi

belum lama ini saya dapat suatu inspirasi yang luar biasa saat  mengikuti perkuliahan di kampus UNISSULA Semarang, saat itu mata kuliah Manajemen Penjualan. jauh dari kebiasaan dosen-dosen yang lain, biasanya mereka terlalu terpaku pada teori yang diciptakan oleh para ilmuan ekonomi atau manajemen seperti philip kotler, adam smith dll. Nah dosen yang satu ini menjelaskan semua teori yang yang ada dari berbagai sumber namun beliau melihat dari sisi lain yaitu sisi spiritual. Beliau menjelaskan bahwa "semua yang dijelaskan dalam theori ini maka 80% nya adalah faktor akhlaq yang baik" bahkan beliau lebih lanjut menjelaskan bahwa dalam apapun kita beraktifitas jika ingin menjadi jiwa yang sukses dalam manajemen atau dalam apapun maka kuncinya adalah faktor Akhlq.

Karena itulah yang diajarkan oleh Rasulullah, jauh 1400 tahun yang lalu Rasulullah mengajarkan pada kita bagaimana menjadi pribadi yang sukses, menjadi entrepreneur yang sukses dengan konsep akhlaq. Beliau dipercaya dan mendapat julukan al amien bukan didapatkan dari kalangan muslim justru didapatkan dari masyarakat quraisy saat itu. maka tidak salah jika beliau berniaga beliau dipercaya oleh siapapun. Karena dipercaya maka tidak salah banyak masyarakat tidak terkecuali sangat senang jika bekerjasama dengan seorang bernama Muhammad, Itu dari sisi kerjasama. Begitupun dari segi penjualan, beliau adalah seorang penjual yang sangat jujur, tidak pernah mengurangi timbangan, tidak pernah mencurangi costumers dengan membohongi barang yang buruk dibilang baik. Beliau pun adalah orang yang dikenal murah senyum, berbudi luhur, sangat mengetahui kebutuhan costumer (emphaty), tata bahsa yang baik meyesuaikan dengan lawan bicaranya, beliau menjaga kerapihan dan kebersihan diri, Maka siapa yang tidak nyaman dihadapi atau dilayani oleh seorang seperti Muhammad. Mungkin jika saya dilayani oleh orang yang seperti tersebut pasti saya akan nyaman bahkan ingin berlama-lama dengannya. Banyak Hadits loh yang menceritakan saat sahabat menggambarkan sosok Rasulullah itu wajahnya bercahaya, orang tak jemu memandang, murah senyum, sangat tenang jika berhadapan dengannya. Subhanallah itulah sebaik-baik Akhlq yang akan ber impact pada semua lini kehidupan kita.

Titik tekan yang lain dalam manajemen adalah networking. Bahkan orang banyak membicarakan bahwa usaha atau bisnis itu bisa tanpa modal materi tetapi memanfaatkan networking. Dengan networking maka kita akan mendapatkan modal atau barang untuk kita jual. Nah maka jauh jauh hari Rasulullah pun telah bersabda “Barangsiapa yang menyukai untuk mendapatkan kelapangan rezeki dan panjang umurnya, hendaklah ia menyambung hubungan dengan saudaranya (silaturahmi).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka titik tekan ini adalah Silaturahim. 

Coba kita berfikir, jika kita meng-agendakan dalam seminggu minimal silaturahim 1 kali kepada siapapun. maka minimal kita membangun atau meri'ayah (menjaga) networking tersebut dalam sebulam 4 jaringan. maka berapa banyak networking yang kita bangun dalam setahun. tentu kita berusaha meluruskan niat ketika menjalankan sunnah nabi yaitu bersilaturahim, tapi tentu impact dari silaturahim tersebut yang sangat luiar biasa untuk jaringan kita. Tidak salah jika kemudian saat orang-orang yang kemudian kita sering silaturahim kepadanya, lalu jika ada membutuhkan bantuan yang berkaitan dengan profesi yang kita geluti, ya mereka akan langsung terfikir nama kita. Contoh Real : jika saya seorang Event Organizer, Wedding Organizer, bergerak dalam entertainment. Maka orang-orang akan memilih saya jika mereka akan membuat event atau membutuhkan jasa Entertainment, Karena saya menjaga silaturahim kepada mereka. Sunnatullahnya adalah orang akan mengingat nama yang menjaga silaturahim dengannya.

Itulah inspirasi yang saya dapatkan

hal ini akan sangat universal pada siapapun, jika anda adalah seorang dokter, seorang driver, pebisnis mebeul, pebisnis produk, pebisnis jasa, tukang bangunan, arsitek, atau apapun profesi anda maka Kuncinya adalah Akhlaq dan silaturahim. Akhlaq akan membangun Trust seseorang kepada kita dan silaturahim akan membangun networking.

Semoga bermanfaat

Senin, 04 Februari 2013

Romantika Sahabat

salam sahabat semuanya, sudah lama saya tidak mem posting artikel, insyallah sekarang saya ingin berbagi sebuah hikmah yang tentunya saya harap bisa bermanfaat

teman-teman, kita faham semua bahwa dalam kehidupan didunia ini kita takkan bisa hidup sendiri, karena kita diciptakan oleh ALLAH SWT sebagai manusia sosial yang secara fitrah membutuhkan orang lain. kita dilahirkan oleh seorang Ibu, dan Ibu pun tak bisa hamil kecuali ada seorang Ayah. Saat kita dilahirkan kita masih harus diberi ASI (air Susu Ibu), dimandikan, dipakaikan pakaian, beranjak dewasa disuapi makanan, saat belajar berjalan dipapah dan seterusnya hingga dewasa kita tetap membutuhkan orang lain dalam menjalankan kehidupan.

Tentunya bukan hanya orang tua atau saudara kerabat saja yang kita butuhkan tapi kita pun membutuhkan sosok teman yang bisa mengerti, memahami, berada disisi kita saat suka maupun duka, mendukung jika kita dalam kebaikan dan mengingatkan dikala kita tersesat.

saat saya lulus Tsanawiyah atau sederajat dengan SMP (sekolah Menengah Pertama), saat itu Ayah memberikan pilihan alternatif untuk melanjutkan study ke jenjang berikutnya, beliau menawarkan ke SMA, SMA ISLAM, dan terakhir adalah Pesantren. setelah saya pertimbangkan maka jatuh pilihan dipesantren, karena ingin melanjutkan untuk Tahfizh (menghafal) Al Qur'an maka pilihanpun jatuh pada pesantren Tahfizh Qur'an. 

singkat cerita saya daftar dan masuk lah pesantren Tahfizh Qur'an di Jogja, saat keberangkatan ke Jogja saya tidak sendiri tapi ada 10 orang santri lainnya yang berasal dari bandung. Kami didampingi orang tua masing-masing berangkat menggunakan Kereta Api. Tiba di Jogja kami dijemput oleh mobil pesantren, tiba dipesantren saya dan teman-teman langsung berbisik "wahh bagus ya pesantren nya...", bukan hanya kami santri baru yang senang tapi orang tua kamipun tersenyum bahagia melihat kondisi pesantren. nah saya dan santri dari Bandung pun karena sesama orang sunda jadi selalu bersama melakukan aktifitas. tak lama sore hari nya ada pengumuman bahwa santri baru yang dari bandung diharapkan mengemas semua barang dan naik ke bus yang disiapkan pesantren. saat itu orang tua kami masih ada mendampingi. kamipun mencari informasi kenapa kami harus mengemas barang. Ternyata kami akan dikirim ke cabang pesantren yang berada di daerah Bantul. ada satu teman yang dari Bandung merasa keberatan jika dipindah, karena sudah merasa enak dan nyaman di Pesantren yang Utama tersebut, walhasil dia mengurungkan diri dan memilih pulang saja ke Bandung, kami kehilangan satu teman saat itu sedangkan saya yang diantar oleh Ummi dan adik yang paling kecil bersama teman santri dari Bandung Lainnya berangkat Menuju Ke Pesantren Cabang. 

Tiba di Pesantren Cabang, memang tidak sebagus yang Utama, tapi sekilas sih sejuk, kemudian kami semua diantar oleh pihak pesantren masuk ke asrama "inilah kamar teman-teman semua silahkan" ucap seorang santri senior yang mengantarkan kami. mulai tumbuh sebuah ketidak kerasan/ ketidak betahan, karena tempat tidurnya hanya tikar saja tanpa ada lemari dan bantal. Berbeda dengan Pesantren awal tadi dimana setiap santri diberi kasur untuk tidur. Setelah melihat kondisi kamarnya demikian walhasil ada 2 orang yg mundur dan akhirnya memutuskan pulang ke bandung. jadi kami hanya tersisa 7 orang. singkat cerita lagi kamipun 7 orang dari bandung mondok di pesantren cabang tersebut. orang tua kami pun pulang ke Bandung.  dimulailah petualangan kami, ternyatasaat makan malam tiba 3 orang dari kami santri bandung mengundurkan diri juga berniat untuk pulang saja ke bandung karena saat makan ternyata tidak bersih, jadi semua santri itu ngantri lalu nasi dan lauk nya di takar oleh santri senior. Masalahnya bukan takaran yg sedikit tapi saat memberikan nasi dan lauk tersebut tidak bersih alias tangan santri senior tersebut masuk ke nasi dan lauk sayur tersebut jadi agak jijik melihatnya, dan nafsu makan kamipun menurun bahkan kami dari bandung sepakat tidak makan di pesantren, kami cari info barangkali dibelakang pesantren ada warung dan alhamdulillah ternyata ada.

singkat cerita kami tersisa 4 Orang, pertemanan kami terus sangat erat, namun waktu pun menjawab ternyata kami berguguran, satu persatu pun pulang ke bandung dan saya tersisa sendiri dipesantren. saat itupula saya dipilih oleh ustadz untuk dipindahkan kembali ke cabang pesantren lainnya yang lebih kecil cuma ada 20 orang santri saja. Dicabang tersebut saya bertemu dengan teman satu kamar bernama Septi dia orang Jogja dan kisah persahabatan kamipun dimulai saat itu. saya masih ingat beliau setia saat saya sakit beliau lah yg mendampingi, menyiapkan makan, menyiapkan obat dan lain sebagainya. begitupun saat saya merasa ada kelebihan saya ajak dia makan dikantin, saya bantu dia dalam hal pelajaran pesantren. lalu ada satu lagi satu santri pindahan namanya andri dari bekasi dan akhirnya kami ber3 mengikat sebuah persahabatan dalam kerangka cinta pada ALLAH, subhanallah kami berjumpa dan bersama belum lama tapi persahabatan kami bisa dibilang sejati, setiap hari kami saling berlomba-lomba dalam kebaikan, misalkan kami bersama-sama untuk menghafal Alqur'an setiap hari minimal 1/2 halaman, kami selalu bersama-sama datang lebih awal ke masjid saat sholat jama'ah, jika ada diantara kami yang down/futur dalam semangat maka kami saling memberi semangat, subhanallah indah sekali. Namun karena beberapa pertimbangan akhirnya kami ber3 memutuskan untuk keluar dari pesantren. saat itu septi yang awalnya dari keluarga kaya namun ayahnya menikah dgn ibu tirinya semenjak ibunya meninggal tapi ibu tirinya ternyata hanya mengambil harta sang ayah walhasil septi dan keluarga jatuh miskin, dan Andri dia sudah ditinggalkan Almarhum Ayahnya trus karena adiknya begitu banyak akhirnya andri rela tinggal di panti asuhan, tapi subhanallah yang membuat saya terharu adalah diketerbatasan septi, tapi tetap ingin menolong kami satu sama lain. Septi memberikan uang tabungannya pada Andri dan Saya karena kami kehabisan uang untuk kembali ke kampung masing-masing.

Ikatan Persahabatan yang dikarenakan ALLAH begitu indah dan mulia, maka selayaknya ikatan itu harus didasari karena kecintaan pada ALLAH....
di Album Grum Nasyid saya yaitu Nahawan sayapun membuat Lagu judulnya "Salam untuk Sahabat" untuk sahabat-sahabat saya yang entah sampai sekarang dimana, karena zaman dulu belum ada HP apalagi jejaring sosial.

Namun saya  setelah sekian lama akhirnya saya merasakan kembali bersahabat dengan beberapa teman saya di Aliyah, namun saat itu saya dikhianati karena hal yang sepele yaitu karena duniawi, maka dari itu saya pun membuat single lagu berjudul "Mungkin Ku Yang Salah" walaupun sudah jelas teman kita yang salah tapi tetap kita kembalikan pada diri kita. itulah isi yang terkandung dlam single saya
bisa di dengarkan disini 
http://www.reverbnation.com/play_now/song_13545974