foto Qu

foto Qu

Senin, 27 September 2010

Duhai UsiaKu


Malam itu saya sedang mencari ijazah yang lupa entah dimana saya simpannya, maka saya cari disemua sisi rumah. sambil khusu nya teliti mencari satu kertas berharga itu, aku temukan satu bundel kertas catatan semasa kuliah dulu... karena teringat masa indah dahulu aku buka satu persatu kertas itu, kertas itu rapih aku bundel sesuai dengan mata kuliahnya. namun di akhir bundelan itu ada satu file artikel yang ku buat. Aku tersenyum teringat akan masa dimana jika luang waktu dan kosong waktu disela2 kepadatan kuliah aku senang sekali menulis. kadang artikel islami yang ringan, sekelumit renungan, puisi, lirik lagu atau novel.
bayangan semasa kuliah pun dahulu semakin menguat. ada sebuah perasaan kagum terhadap diri ini ditengah kubaca artikel2 itu..."hebatnya diriQu saat itu hingga mampu membuat artikel sehebat ini, perenungan dan smua yang ku ukir melalui kata demi kata tinta menghiasi keseharianku..."
lalu kenapa saat ini aku jauh berbeda dengan saat dahulu?apa yang salah denganku? apakah sibuk kerja hingga tak ada lagi waktu untuk meluangkan waktu membaca dan menulis? ya ALLAh tak boleh aku biarkan hal ini terjadi. Aku harus bangkit seperti dahulu...ambil kebaikan dari masa lalu, buang keburukanya...
astagfirullah kenapa saya seperti ini???? naif, terlalu memikirkan duniawi kah???
aku teringat 3 hari lagi tanggal 30 september 2010 maka usiaku akan berkurang...genap menjadi 24....
ya ALLAH harus ada perubahan pada diriku, perubahan menjadi yang lebih baik...
kertas-kertas lusuh itu aku bereskan kembali rapih, dan kusimpan dalam sebuah kotak, (aku akan menyimpannya, ini salah satu hartaku yang berharga)
kemudian meneruskan kembali pencarian ijazah hingga alhamdulilah kutemukan di bawah lemari di kamarku, wahhhh aku gegabah memang...kertas berharga bgini disimpan dimana saja....
(bersambung)

Senin, 20 September 2010

Dodi Video

Masjid Nasibmu kini


Bismillahirrohmanirrohim....
kemarin sepulang kerja sama ada acara buka bersama shaum syawal dengan salah satu teman saya setelah itu saya pulang ke rumah...belum pun sampai hingga ke rumah baru di gang, kemudian saya di panggil oleh skumpulan orang yang sedang berbincang bincang hangat di sebuah warung yang sudah tutup. sayapun berhenti dan mematikan mesin motor, kemudian saya mendekati ternyata mereka itu adalah para jamaah masjid yg rutin sholat di masjid tengah pusat kampung saya, dan akhirnya saya pun ikut berbincang hangat bersama mereka.
salah satu diantara mereka berkata:" begini dod...kamu termasuk tokoh pemuda di kampung ini, ternyata apa yang kita bicarakan kemarin mengenai akan direhabnya masjid kampung kita ini ternyata berubah konsep. yang tadinya dana yg kita miliki sekitar 17 juta dan pembangunan ditaksir 30 juta sisanya akan ditanggung Bapak ................. (maaf di mute namanya) ternyata bliau gak bisa diandalkan...awalnya bliau siap untuk menanggung sisanya tapi setelah kmaren rapat dengan pihak DKM dan RW setempat bliau bilang "mangga saja dibangun saya ga bs banyak bantu karena mau ke Haji".....bahkan pa DKM memandang hal ini sebuah ketidak seriusan Bapak .............. malah beliau mau mengumumkan bahwa beliau mau ke haji ada kesan mau memamerkan.
saya pun ikut angkat bicara..."owh bgitu, ya sudah kalau memang seperti itu mari kita maksimalkan kemampuan uang dan dana yang kita miliki saja....kas di DKM ada 17 juta sudah termasuk sumbangan dari jamaah kita,..lalu gimana hasil rapat dengan RW dan RT setempat??saya bertanya
hasilnya adalah pa RW mau membuat proposal untuk kekurangannya minta ke perusahaan atau apapun....
"maaf, kita sudah buat prposal dan hasilnya sudah kita terima yang masuk ke kas skitar 400rb, menurut saya pengeluaran proposal sudah di stop saja....mending kita maksimalkan potensi yang ada saja...kalau terus menunggu proposal maka kita tidak beres2 membangun masjid ini..insyALLAh biasanya kalau untuk masjid dan sudah muai pembangunan jiwa untuk membantu biasa nya akan hadir, itu karakter sosial di masyarakat kita...justru kalau secara resmi pakai proposal rada sulit...."
dari sekian lama kita berbincang akhirnya terdengar suara adzan..kami pun pergi bersama menuju masjid tercinta kampung kami....
usai sholat kami para jamaah yg rutin sholat jamaah yaa sekitar 9 orang melanjutkan perbincangan tadi, dan alhamdulilah dihadiri oleh ketua DKM..di perbincangan kami yang hangat untuk mencari solusi yang terbaik untuk pembangunan atau rehab masjid ahirnya ada seorang jamaah yang baru datang dan beliau juga seorang ketua RT dari RT 3..beliau membawa informasi dari pa RW dan beberapa RT yang lain....
menrut informasinya saat kemarin rapat ada satu RT yang tidak diundang oleh DKM yang sebenarnya bukan tak di undang tapi karena beliau saat itu tidak ada di rumah, sedangkan undangan di kampung kami itu harus tatap wajah jadi saat kemarin Pak Apud yang kebagian tugas mengundang tokoh dan RT Rw setempat tak bertemu beliau saat ke rumahnya...nahhh ternyata RT yang merasa tak terundang ni merasa tak dihargai bahkan merambat rambat maslah proposal yang sempat beliau sebarkan lalu menurutnya beliau hasil dari proposal yg dibawanya itu sekitar 3 juta dan saya mau minta bagian saya....katanya
na'udzubillahimin dzalik, kenapa disisi lain kami para jamaah dan pengurus DKM yang sedang berusha untuk mencari kekurangan dana pembangunan masjid justru masih ada yang mementingkan dirinya...mencari keuntungan dar masjid....
padahal dia menurut saya meng ada ada karena hasil dari proposal secara tertulis yg asuk cuma 400rb....aneh, ada orang yang tak dewasa, mentang2 ga sempat diundang padahal bukan seluruhnay salah pengurus DKM terus masih aja menanyakan bagian dia untuk proposalnya..padahal dia sma sekali ga nyumbang...
kalau kita sih berfikirnya gampang, yaaa kalau nyumbang dana ga bisa, tenaga atau apapun lahh kita menyumbang untuk kemajuan masjid.....
subhanallah sahabat.....sat ini itu masih terjadi terutama ditengah2 masyarakat kita dan saya alami itu....
semoga ini menjadi ibroh buat kita smua....
Masjid engkau selalu ku ukir di kanvas hati ini,...