foto Qu

foto Qu

Senin, 17 Oktober 2011

SAMPAIKAN PESAN UMMI PADA AYAHMU



















Ahmad putraku

Ummi tak tahu kenapa pagi ini kau berkeras
Pergi ke pasar untuk belanja dapur kita
Dimana biasanya Ummi yang melakukannya
katamu,"Biar Ummi di rumah,
Ummi mengaji saja di kamar
Biar Ahmad yang pergi ke pasar
Sekali ini saja."

Kau sangat berkeras
Ahmad putraku
Ummi tak ada prasangka padamu
Lelaki kecilku yang dibanggakan ayahmu juga aku
Lalu kau pun pergi membawa keping logam tersisa
Untuk ditukar dengan apa saja sekedar hidup hari ini
Ummi lalu kembali larut dalam ayat Quran cinta kita
Kemudian mendadak suara langit menggelegar

Pesawat dari neraka datang lagi
Diikuti dentum keras terdengar
serasa dekat di telinga Ummi
Lalu tiba-tiba saja Ummi merasa khawatir denganmu
lalu bergegas keluar rumah
seperti para tetangga Ummi
Mencari tahu apa yang telah terjadi
semua berlari ke arah pasar tempat kau pergi
Ahmad putraku

Lalu ummi melihatmu terkapar di jalan
Diantara raga-raga tak bergerak lainnya
Kau sekarat disana. Tanganmu saja yang bergerak
Ahmad putraku
Ummi spontan membopongmu mencari pertolongan
Di mulutmu hanya ada suara
Suara yang sangat kita kenal
"Allah! Allah! Allah! Allah!"
Lirih Lemah

Tapi menembus kuat hingga langit tertinggi
Dan Allah ternyata memberi cinta di pagi ini padamu
Juga pada Ummi
lalu kubisikkan kata di telingamu,

"Putraku tersayang,
Sampaikan pesan Ummi pada Ayahmu di syurga
bahawa
ummi akan lanjutkan perjuangan kalian
Ummi akan teruskan perlawanan kalian
Selamat jalan Ahmad anakku tersayang
Selamat jalan syahidku cintaku

Ternyata Allah telah memanggilmu pagi ini
Biarkan Ummi menangis terakhir kalinya
mengantarmu pergi ke taman kehidupan sebenarnya
dimana Ayahmu menunggu di pintu gerbangNya
Tunggu Ummi ya nak, tunggu
Kita kelak akan bersama lagi seperti dulu …
Laailahailallah Muhammadarrosulullah
Innalillahi wa innailaihirojiuuuwn…"


DISANA MEREKA BERJIHAD MENENTANG MUSUH ALLAH, DAN KITA DISINI MASIH LEKA DENGAN DUNIAWI

ALLAHU AKBAR ! ALLAHU AKBAR ! ALLAHU AKBAR!!

Minggu, 28 Agustus 2011

Rintihan Akhir Ramadhan



terbersit dihati sanubari
di hujung ramadhan MU ini
ku tak terdaya upaya
ku serahkan semua

apakah ramadhanku ini KAU terima?
apakah Qiyamuromadhanku KAU berikan ganjaran?
apakah lapar dan haus ku ini tak sia-sia?
apakah semua amalan yang sedikit ku lakukan dengan malu ini KAU terima??

Ampunan...
Rahmat...
Syurga...
Kasih Sayang...
Cinta....
ku damba dariMU

ya ALLAH jika memang Ramadhan Tahun ini
Adalah ramadhan terakhirku
maka bersihkan diri
dan ku berharap sangat darimu
menerima amalan ramadhanku ini

Kamis, 18 Agustus 2011

My Abi,,, My Pious Dad (Abi Qu Ayah yang Sholeh)


Bismillahirrohmanirrohim... saat itu adalah bulan ramadhan...namun ada yg berbeda,..ya bgitulah sat itu saya sedang mempersiapkan untuk sidang TA di Politeknik Al Islam,selain itu juga saya diberi amanah sebagai panitia Ramadhan di RS Al Islam dan yang lebih membuat berbeda adalah Abi (ayah) sedang dirawat di RSHS karena kanker yang dideritanya. Maka saat itu saya adalah seorang mahasiswa yang berusaha maksimal untuk menjadi yang terbaik, bahkan ada sebuah keharusan sebagai anak pada orang tuanya untuk membanggakan. karena Abi (ayah) pernah bicara padaQu: Dodi..! Abi ingin diberi kesempatan sama Allah melihat anak Abi diwisuda, khususnya anak laki2 harus terus menuntut Ilmu di bangku kuliah, singkat katanya punya gelar...tapi jangan salah Abi menginginkan ini karena kebutuhan dakwah sekarang bgitu...batapa tidak ummat islam di palestina walaupun dalam keadaan perang tapi mereka masih sempat menuntut ilmu meluluskan gelar mereka sampai Doctor S3..,kita pun butuh orang-orang seperti itu di daerah kita.Abi ingin melihat kamu di wisuda...!" ingat perkataan Abi itu selalu yang membuat saya semangat.., Disisi lain saya yg saat itu diberi Amanah sebagai Panitia Ramadhan di kampus bertugas untuk memberikan motifasi kepada mahasiswa lainnya untuk ikut bergabung aktif dalam kgiatan2 ramadhan termasuk adalah 'itikaf... Abi yang sejak awal ramadhan dirawat karena harus mengikuti perawatan Khemoterapi... maka Walhasil ramadhan kali itu adalah ramadhan yang padat...Persiapan Sidang TA, Aktif Panitia Ramadhan, dan stiap malam nya saya harus berkunjung ke RSHS tempat Abi sedang dirawat... Subhanallah dengan pertolongan Allah...Sidangku beres dan dapat kabar dr dosen pembimbing nilai sidangku A... trus kegiatan Ramadhan di kampus Alhamdulillah dimudahkan Allah, banyak dr mahasiswa membantu dan ikut aktif... saat hari 10 terakhir ramadhan, hari2 itikaf...sepulang kegiatan di kampus trus itikaf...namun stiap jam 11 malam saya harus sempatkan berkunjung ke Abi di RSHS...,sekedar memberikan motifasi, sharing dan memberikan semangat... 1 hari minus hari H idul Fitri Abi memaksa minta pulang pada pihak RS..sebenarnya masih dalam perawatan Khemo tapi akhirnya diizinkan juga oleh pihak dokter RSHS... saya dan kaka saat itu membawa Abi pulang...dan Alhamdulillah kondsi Abi yg baru saja di khemo yg ketiga itu mulai baik namun tentunya dampak dari Khemo dengan kondisi fisik yg kurus kering...tapi bgitu tabahnya beliau, selama dirawat dan selama sakit beliau tak pernah mengeluh bahkan mengatakan Auw atau Ah saja...kata Ummi yg menjaga Full selama di Rumah Sakit , jika Abi merasakan kesakitan hanya memejamkan mata, jika sudah baikan baru membuka matanya kembali... nah sekarang sepulang dari Rumah Sakit kami anaknya dan ummi bergantian mendampingi beliau di rumah...kegemarannya dipijit, terus kami menyuapinya, mendampinginya saat tayamum dan sholat... namun saat itu tgl 3 Syawal...Subuh jam 2.30 bliau membangunkan Ummi dan minta ummi utk membangunkan Kami anak-anaknya. Disuruhnya Sholat Tahajud...Qiyamullail...
saya, kakakku A'Deni, Dzikri dan Dillah bangun.....saat itu saya lebih memilih berangkat ke Masjid, sedangkan kakak dan adikku di rumah. Kebetulan kakakku yang satu perempuan teh Dini sedang Mudik ke Bogor kampung dari suaminya usai sholat Tahajud dilanjutkan Sholat Subuh di masjid saya pulang dan gantian menjaga Abi sambil memijat-mijatnya...saya tanya ke beliau: "Abi udah Sholat?"...sambil matanya agak memejam beliau bilang: "sudah barusan sebelum dodi datang..,"
Sekitar jam 6.15 Abi minta di pindah ke Ruang Tamu...saya dan Ummi membawanya ke Ruang tamu...dan mendudukannya di kursi, sambil sandaran...tak lama setelah itu Ummi menyeka tubuhnya dengan air hangat, karena belum boleh mandi oleh dokter dengan kondisi seperti ini.. kemudian Abi minta pindah ke Teras rumah katanya mau moyan (berjermur)...lalu karena tak kuat terlalu panas Abi minta pindah lagi ke ruang tamu dan Ummi men-suapinya makan, saat itu saya bilang sama Ummi... "Ummi itu dodi kan udah beliiin madu, coba makanannya dicampur pake madu...Allah sudah mencatat dalam AlQur'an bahwa madu adalah sebagai penyembuh..." Akhirnya Ummi mancampurkan madu dengan bubur Tepung..,
karena Ummi sedang masak, saya gantikan men-suapinya..suapan yg ketiga ku lihat Abi terlihat terkejut, seperti melihat sesuatu...kemudian Aku ingat akan kutipan yang ditulis oleh M.Anis Matta dalam bukunya "mempersiapkan Kematian" bahwa dalam proses sakaratul maut malaikat maut akan terlihat oleh calon yang akan dicabut nyawanya..., sontak saat itu saya melafalkan dan membimbing Abi melafazkan kalimah Thoyyibah ditelinganya...akhirnya semua berkumpul, adikku dillah, dzikri, ummi dan smua kerabat yang rumahnya masih dekat dengan rumahku.. Tak lama dari itu setelah kulihat Abi menggerakkan mulutnya yg kuharap itu adalah ucapan tauhid...akhirnya Abi menghembuskan nafasnya terakhir...tak sulit, namun mudah.. smoga itu adalah bagian dari tanda dari kmatian orang sholeh...Amin...
Ummi terus belum percaya bahwa Abi sudah mninggal...Setelah ku kecup keningnya...kemudian ku tenangkan Ummi, ku bawa ummi ke kamar dan ku katakan padanya : "Ummi....ingat memang kita sayang dan cinta sama Abi tapi ada yang lebih berhak mencintai Abi" . Setelah Ummi agak tenang dan ada beberapa kerabat yg menemani...saya segera memberi tahu kaka yg sedang keluar rumah..juga memberitahu kerabat-kerabat yang ada di daerah bandung diantar sepupu saya pakai motor... Sepanjang perjalanan rasa manusiawi saya muncul, menangis, masih tak percaya namun saya berusaha tegar dan menyandarkan kembali pada ALLAH.
Ketika saya pulang memberi tahu kerabat...ku lihat rumah dan kampungku sudah penuh dengan kerumunan orang yang melayat berta'ziah...dan saya melihat Abi sudah bersih di pakaikan kain putih, kain kafan...banyak sahabat dan para ustadz juga kerabat menghampiriku mengucapkan takziah dan sekedar memberikan ketabahan... ku lihat beberapa jajaran pengurus PKS DPD Kab.Bandung dan anggota dewan PKS, kader-kader dan simpatisan PKS hadir semuanya nampak menangis saat mensholatkan...bahkan kalangan organisasi islam semua datang...ada persis, muhamadiah, NU, jamaah Tabligh...subhanallah..karena Abi adalah sosok tokoh yang menjaga hubungan baik dengan siapapun.... maka hari itu saya, ummi, kaka2ku, adik2ku, kader2 dan simpatisan dakwah menangis merasa kehilangan akan sosoknya....yang aku kagum juga bahwa ternyata para ustadz dan tokoh kader dakwah langsung terjun iktu menggali dan menguburkan mayat Abi ke liang lahat tempat peristirahatannya...Subhanallah... Abi meninggal saat saya akan di wisuda sekitar 2 minggu lagi...begitulah takdir Allah..padahal beliau sangat ingin melihat saya diwisuda, dengan gagah memakai baju Toga. tapi itulah yang terbaik untuknya dan untuk diriku juga keluargaku. Abi engkau adalah Ayah panutan....engkau contoh laki-laki sholeh bagiku... Semoga Allah menempatkan engkau di tempat peristirahatan yang dijanjikan untuk orang-orang sholeh yang dihiasi karena amal sholeh yang dikerjakan selama di dunia...Amin...
Inshallah aku akan terus meneladanimu Abi, aku akan selalu ingat nasihat-nasihatmu, dan akan meneruskan perjuangan mu...
Selamat Tinggal Idolaku, my Abi my Pious Dad...

Ibroh dari Bunga Mawar


Sahabat jika kita mendengar bunga maka yang tergambar oleh kita adalah bentuknya yang indah, harum wanginya, ketika memandangnya kita serasa segar dan tentunya banyak beberapa orang yang mengungkapkan beberapa perasaannya untuk rasa cintakah, bahagiakah, ucapan terima kasih, ucapan selamat dan lain sebagainya. Terlebih ketika kita mendengar bunga mawar. Maka semua keindahannya akan kita bayangkan luar biasa. Warnanya yang berbagai macam, ada merah, putih, pink, dan ada yang samar orange. Namun sahabat ada sesuatu yang kita lupakan dari semua gambaran tentang bunga mawar itu, adalah duri di tangkainya. Jika kita tak hati-hati memegang di tangkainya maka tentu duri itu akan menyakiti kita bahkan bisa jadi hingga berdarah.

Mari kita ambil ibroh dari sebuah kisah alam ini. Jika boleh saya umpamakan maka bunga mawar itu bagaikan godan dari syaitan. Syaitan itu berusaha untuk membungkus amalan kemaksiatan itu begitu indah bagaikan bunga mawar tadi. Namun ketika mendekatinya bahkan menyentuhnya maka kerugian yang didapatkan. Hampir bahkan semua amaln maksiat itu diindahkan oleh syaitan pada pandangan manusia. Misalkan zina, syaitan akan memberikan pandangan dan pemikiran yang begitu indah pada seseorang dan tentunya smua dampak keburukan dari maksiat itu dia akan tutupi sehingga terjerumuslah dan baru setelah terjerumus dia menyesal dan terkena durinya.

Contoh yang lain saya harus berani mengatakan tentang hubungan antara lawan jenis yang diluar ikatan pernikahan, ya sebut saja Pacaran. Tentunya syaitan memberikan keindahan pada kondisi ini. Begitu berbunga-bunga jika bertemu dengan sang kekasih, sehari saja tidak tau kondisi walaupun via HP maka akan gundah, ketika kekasihnya memandang pada dia terasa melayang bahkan dibalas pandangan itu tentunya dengan pandangan perasaan pada dia. Padahal sudah jelas-jelas Allah mengingatkan pada kita akan bahaya zina dan sedikitpun jagngan mendekatinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Al-Israa': 32) bahkan rasulullah pun mengingatkan kita juga dengan mengatakan “Ghadul bashor” jaga pandangan kalian. Tapi karena syaitan membungus kmaksiatan itu bgitu indah maka tak terasa bahwa yang dilakukan saat berpacaran itu adalah sedang bermaksiat pada Allah. Maka begitulah kemaksiatan itu seperti bunga mawar. Ranjau menawan. Dirasa begitu indah namun saat mendekati dan menyentuhnya dia akan terkena duri dari tankai kemaksiatan itu.

Mari kita ambil pelajaran dari smua itu, bisa jadi kemaksiatan-kemaksiatan yang tak terasa oleh kita dan bisa jadi dirasa indah dan biasa saja sedang kita lakukan. Dan duri itu belum dirasakan oleh kita. Karena durinya itu ada yang dirasakan langsung saat itu juga, ada yang dirasakan dampaknya kemudian dan ada yang diberikan durinya itu di akhirat. Wallahu’alam bishowab.

PKS samakah dg partai Lain??? Tidak...!! PKS tetap BEDA

Muhammad Luthfi Ari S April 15 at 7:38am Reply • Report Islamedia - Dua bulan terakhir, PKS seolah menjadi actor antagonis dari sebuah drama politik yang entah disutradarai oleh siapa. Semuanya bermula ketika PKS ngotot menggulirkan hak angket mafia pajak. Bersama Partai Golkar, PKS menjadi partai yang berbeda sikapnya dengan partai koalisi pendukung SBY terkait hak angket tersebut. Ketika akhirnya pendukung hak angket kalah dalam voting, saat itu pula drama politik PKS bergulir.
Diawali dengan isu korupsi daging impor yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian, video mesum tidak mirip Anis Matta, lalu secara tiba-tiba muncul Yusuf Supendi yang menggugat petinggi PKS dengan berbagai tuduhan, hingga berujung pada kasus Arifinto yang tertangkap kamera wartawan sedang “melihat” materi porno di ipadnya saat Sidang Paripurna.
Hujatan publik mengalir deras. Cercaan dan makian bertubi-tubi menghujani tubuh PKS. Kata mereka: “PKS menjual agama”; “ PKS partai munafik”; PKS partai porno”; “PKS tak ada bedanya dengan partai lain”. Benarkah PKS sama dengan partai lainnya? PKS Tetap Beda! PKS bukanlah kumpulan malaikat yang karena tak punya nafsu maka tak bisa berbuat salah. PKS juga bukan kumpulan setan yang setiap saat selalu berbuat salah dan berkewajiban mengajak orang lain untuk mengikuti jejaknya. PKS hanya jamaah manusia yang berusaha seoptimal mungkin “mendekati” kesucian malaikat untuk tak berbuat dosa dan disaat yang sama berusaha semaksimal mungkin menjauhi setan agar tak terjerumus dalam kesesatannya. Setiap pekan kader PKS mengkaji Islam sebagai cara kader PKS mengenal lebih dekat ajaran Allah yang dibawa oleh Rasulullah saw. Setiap pekan kader PKS di mutaba’ah: berapa kali kader PKS sholatjamaah?; berapa kali kader PKS sholat sunnah?; berapa kali kader PKS puasa?; berapa kali kader PKS membaca dan mentadabburi al-Qur’an?; berapa kali kader PKS sholat malam?; berapa kali kader PKS berinfak?; berapa kali kader PKS bersilaturahim?; berapa kali kader PKS membaca buku?; dan berapa kali kader PKS melakukan amal-amal kebaikanlainnya? Itu semua sebagai cara kader PKS mempraktekkan ajaran Islam yang lengkap dan paripurna. Itulah cara kader PKS menjauhi perbuatan dosa. Itulah cara kader PKS mengendalikan nafsu. Itulah cara kader PKS “mendekati” kesempurnaan malaikat yang bebas dari dosa. Dan, sekali lagi, itulah cara kader PKS menjauhi godaan setan yang tak pernah kenal lelah mendatangi kader PKS dari seluruh penjuru mata angin, bahkan hingga merasuk kedalam hembusan nafas dan aliran darah kader PKS. Beberapa pekan sekali kader PKS mabit untuk membersihkan hati dari debu-debu dosa. Kader PKS sholat malam berjamaah, kader PKS bermuhasabah, kader PKS mengkaji Islam. Begitu indah. Suasana kebersamaan begitu terasa. Kader PKS terikat bukan hanya karena factor politik; tapi ikatan iman dan aqidah. Adakah partai lain melakukan apa yang PKS kerjakan? Sejauh pengamatan kami: belum ada! Bagi kader PKS, partai hanya sebuah sarana dakwah; bukan tujuan; bukan segala-galanya. Lalu, mengapa masih ada kader PKS yang terjebak rayuan maut setan? Itulah bukti bahwa kader PKS manusia; bukan malaikat. Bukti bahwa setan tak kenal lelah menggoda manusia dengan berbagai trik jitu dan halus. Bayangkan, kader PKS saja yang berusaha keras menginternalisasi nilai-nilai Islam kepada paraanggotanya, ternyata masih kecolongan. Lalu, bagaimana jadinya dengan partai lain yang Cuma menjadikan politik sebagai sarana merebut dan mempertahankan kekuasaan? PKS Tetap Beda! Bagi yang menganggap PKS sama dengan partai-partai lain, perhatikanlah baik-baik setiap kasus yang menimpa PKS. Semuanya baru dugaan dan tak pernah diajukan kemeja pengadilan. Kasus korupsi daging impor yang dimuat di Majalah Tempo, hingga hari ini tak pernah masuk keranah hukum. Bahkan, kalau mau jujur, apa yang menimpa Arifinto, belum terbukti benar. Sejauh ini, media menghakimi Arifinto sengaja membuka situs porno, yang kemudian dibantah oleh Arifinto bahwa ia hanyamembuka link email. Dan inilah yang membuat PKS tetap beda dengan partai lainnya. Meski belum terbukti, Arifinto langsung mundur sebagai anggota DPR. Tahukah jika di gedung dewan yang terhormat itu, teramat banyak anggotanya yang jelas-jelas sudah terbukti bersalah, namun tak mau mundur dengan alasan kasusnya belum memiliki kekuatan hukum tetap? Tahukah jika disana banyak tindakan anggota dewan yang jauh lebih menjijikkan dan memalukan dibanding Arifinto? Tidur saat sidang, jarang hadir, menelepon dan bermain ipad. Tapi mereka tak malu. Dan karenanya mereka tak mau mundur. PKS Tetap Beda! Lihatlah saat PKS melakukan pergantian pucuk pimpinan partai. Tak ada gontok-gontokan. Tak ada keributan. Tak ada politik uang. Tak ada kursi terbang di atas kepala. Tak ada kata-kata makian yang terlontar. Semuanya berlangsung smooth. Bahkan tak jarang di antara kader PKS saling mempersilakan diri untuk menjadi pemimpin. Itu karena bagi kader PKS, menjadi pemimpin adalah amanah berat yang kelak harus dipertanggungjawabkan di akhirat. Menjadi pemimpin di DPC, DPD, DPW atau DPP bukanlah tiket untuk menjadi anggota dewan atau menteri. Dan karena itu pula, tak ada dalam kamus kader PKS untuk mati-matian memperebutkannya. Bandingkan dengan partai lain. Setiap dihelat munas, rapimnas, mukernas atau yang sejenisnya, selalu saja berita yang tersaji sangat tidak elok untuk didengar. Isu suap, perkelahian di ruang sidang, kursi terbang, dan sebagainya. Ujung-ujungnya, ketika ada pihak yang kalah, maka mereka akan keluar dari partai dan membuat barisan baru. PKS Tetap Beda! Masih ingatkah dengan tradisi politik adiluhung yang dilakukan PKS sejak dulu? PKS mengharamkan rangkap jabatan. Tak ada dalam kamus PKS, seorang pejabat public juga menjadi pejabat partai. Di mulai dengan mundurnya Nurmahmudi Ismail yang saat itu diangkat menjadi menteri Kehutanan oleh Gus Dur. Ia mundur sebagai presiden partai untuk menghilangkan konflik kepentingan. Tradisi itu terus PKS lakukan hinggasaat ini. Bukankah secara kasat mata saja, terlihat perbedaan PKS dengan partai lain? Di saat PKS mengharamkan rangkap jabatan, di saat yang sama partai-partai lain justru dengan sengaja menjadikan pimpinan partainya merangkap jabatan sebagai pejabat publik. Kita bias melihatnya sekarang: betapa banyak pimpinan partai yang menjadi menteri. PKS Tetap Beda! Slogan PKS sebagai partai yang peduli, bukan pepesan kosong. Berapa kali sudah PKS berada di garda terdepan saat bencana dating menghantam negeri kita tercinta. Di Aceh kala tsunami menerjang; Di Yogyakarta kalagempa mengguncang; di Padang dan Mentawai saat lindu menggoyang; juga di Yogyakarta kala Merapi meradang. Kepedulian PKS adalah wujud Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Praktek nyata dari keindahan nilai-nilai Islam dalam memandang kemanusiaan. Itulah yang membedakan PKS dengan partai lain. PKS hadir setiap hari: dimana pun dan kapanpun. PKS tak hanya hadir saat menjelang pilkada atau pemilu. PKS tak hadir lima tahun sekali dengan membagi-bagi sembako, kaos, jilbab dan uang. Tak semurah dans erendah itu PKS menghargai rakyat.PKS hadir setiap saat ketika masyarakat membutuhkan PKS. PKS Tetap Beda! Meski kader PKS mulai dihinggapi persoalan-persoalan yang mirip dialami kader partai lainnya, tak serta merta membuat PKS sama. Kasus Arifinto yang menurutnya tak sengaja membuka konten porno tentu saja jauh berbeda dengan kasus sejenis yang dialami kaderpartai lain. Arifinto bukanlah Yahya Zaini atau Max Moein yang jelas-jelas telah berzina. Akhirnya, kami hanya ingin mengingatkan: Toyota Alphard dan Bajaj tetaplah berbeda meski keduanya memiliki bentuk roda yang sama yakni bundar. Wallahua’lam bishshowab.

Senin, 15 Agustus 2011

Romantisnya Rasulullah

Syariat Islam diturunkan melalui tangan Muhammad SAW. Bukanlah malaikat, melainkan beliau seorang manusia biasa seperti kita. “Katakanlah, Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. ( QS Al Kahfi [18] : 110).
Dengan tuntunan wahyu tersebut Rasulullah SAW dinobatkan oleh Allah SWT sebagai suri tauladan. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS Al Ahzab [33] : 21).
Oleh karenanya dalam segala aspek kehidupan Rasullah saw menjadi contoh baik bagi kita. Termasuk dalam masalah rumah tangga.
Layaknya manusia biasa Rasulullah SAW mempunyai sisi romantis. Beliau sangat pandai dan baik dalam memperlakukan istri-istrinya.
Di antara sisi romantis Rasulullah saw, beliau mencium istrinya sebelum keluar untuk shalat. Dari ‘Aisyah Radhiallaahu ‘anha, “Bahwa Nabi SAW mencium sebagian istrinya kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu”. (HR Ahmad).
Hal ini menunjukan bagaimana Rasulullah SAW mengekspresikan cinta kepada istrinya dengan sederhana dan bersahaja. Hadis ini juga memperlihatkan tentang kelembutan Rasulullah SAW dalam memperlakukan istri-istrinya.
Rasulullah SAW pun senang memanjakan istrinya. Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah saw dengan satu tempat air, tangan kami selalu bergantian mengambil air.” (HR Mutafaqun ‘alaih).
Dalam riwayat Ibnu Hibban menambahkan, “Dan tangan kami bersentuhan”.
Dalam memperlakukan istri-istrinya Rasulullah SAW bukan saja dengan kelembutan. Tak segan-segan Rasulullah saw mengerjakan perkerjaan mereka. Di antaranya mencuci pakaian.
‘Aisyah umul mukminin mengisahkan, “Rasulullah SAWpernah mencuci pakaian bekas kami, lalu keluar untuk menunaikan shalat dengan pakaian tersebut, dan saya masih melihat bekas cucian itu.” (HR Bukhari Muslim).
Bayangkahlah! Muhammad adalah seorang nabi dan rasul. Manusia yang derajatnya ditinggikan Allah SWT. Beliau juga seorang pemimpin umat. Namun tak segan mengerjakan perkerjaan rumah yang biasa dikerjakan oleh perempuan; mencuci baju.
Bukan hanya itu, saat itu masyarakat menganggap perempuan kelas kedua. Bahkan memiliki anak perempuan dianggap sebagai suatu aib. Dan perempuan dianggap najis ketika haid, seperti yang diyakini orang Yahudi. Sehingga tidak berkenan makan bersama dengan wanita haid.
Rasulullah SAW mengajarkan untuk memperlakukan dengan istimewa. Hal itu ditunjukan ketika nabi Muhammad SAW tidak sungkan mandi dari sisa air istrinya. Dari Ibnu Abbas, “Bahwa nabi saw pernah mandi dari air sisa Maimunah.” (HR Muslim).
Semua hal yang dilakukan oleh Rasulullah menunjukan bahwa Rasulullah sangat memahami psikis dan perasaan wanita. Rasulullah SAW pun menghargai persamaan. Wallahu ‘alam bi showwab.

Kamis, 28 Juli 2011

Khutbah Rasulullah tercinta Menyambut Ramadhan


Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu adalah ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan syiyam dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fukara dan masakin. Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.

Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabb Al-’Alamin.

Wahai manusia! Barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak, dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.

Sahabat-sahabat bertanya:” Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan:

Jagalah dirimu dari api neraka, walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat. Barang siapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa menyambungkan tali persudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 salat fardhu di bulan yang lain.

Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barang siapa pada bulan ini membaca satu ayat Al Qur’an, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al Qur’an pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.

Amirul Mukminin berkata: Aku berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama dibulan ini?” Jawab Nabi: Ya abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! Sesungguhnya kalian akan dinaungi oleh bulan yang agung lagi penuh keberkatan. Bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu (kebajikan yang diharuskan) dan berjaga (untuk beribadah) di malam

harinya suatu tathawwu’ (kebijkan yang sangat dianjurkan). Barang siapa mendekatkan dirinya kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di bulan yang lain. Dan barang siapa menunaikan suatu fardhu di dalam bulan Ramadan samalah dia dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh fardhu di bulan yang lain.

Ramadan adalah bulan yang permulaanya rahmat, pertengahnya ampunan, dan akhirnya bebas dari neraka. Karena itu banyakkanlah empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara yang kamu lakukan untuk menyenangkan Tuhanmu dan dua perkara lagi untukmu yang sangat kamu butuhkan.

Dua perkara yang untuk menyenangkan Allah, adalah mengakui dengan sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya. Dua perkara lagi yang sangat kamu butuhkan, adalah mohon surga dan berlindung dari neraka. (Dikutip dari “Puasa Bersama Rasulullah” karangan Ibnu Muhammad)

Selasa, 19 Juli 2011

Kini dan Esok Ku tak sendiri

Ya ALLAh terima kasih atas anugrah ini kerna semenjak tanggal 2 juni ku tak sendri lagi, akan ada hari-hari wanita setia yang menemaniku. mengingatkanku jika akau salah. men-support ku dalam kebaikan.

Allah sungguh kau berikan kekuatan kepadaku dan padanya hingga akhirnya kami mampu menjalankan syariatmu yang begitu indah ini.

malam menuju pernikahan itu berdebar hati, di tengah ketidak sabaranku aku coba untuk menyibukkan diri. hingga malam jam 10 aku masih berkeliaran di luar demi menyiapkan semua untuk akad nikah esok.

dan alhamdulillah aku bersama keluarga inti ku yaitu Ummi, kakakku A deni dan teh dini juga adikku dzikri dan dillah berangkat lebih awal jam 3 subuh menuju ke tempat dimana kami akan melangsungkan akad nikah dan resepsi pernikahan yaitu di PUSDAI (pusat Dakwah Islam) Bandung. sedangkan keluarga besarku, kerabat dan sahabat ku berangkat jam 5 subuh... wajar tempatku jauh dari tempat pernikahan jadi kami lebih prepare... walhasil kami sampai semua dengan selamat dan sesuai jadwal jam 8 kami sudah siap melaksanakan majlis suci ijab kabul akad nikah.

saat penyambutan pihak keluarga perempuan kepada pihak keluarga lelaki terasa masih setengah tak percaya akhirnya ikatan yg kudambakan ini akhirnya KAU labukan jua ya ALLAH...berdebar hatiku, namun tenang saat ayah dan ibu calon istriku menggandengku duduk menuju masjid suci...

ukiran kaligrafi yang begitu indah, kemegahan masjid PUSDAI yang gagah, serta kehadiran keluarga yang dengan niat baik menambah khusu suasana sakral saat itu. pembawa acara mengawali dengan salam, tasbih dan sholawat...kemudian sambutan dari pihak keluarga ku dan sambutan dari pihak wanita...tak lama selang itu akhirnya tiba waktu dimana aku dihadapkan di meja akad nikah dan calon istriku saat itu berada di belakang ku, sebelum dilakukan akad ada nasehat hikmah perniakahan dari ust. maman surahman,Lc lulusan dari universitas Madinah kebetulan dia adalah teman kakakku sekaligus kakak kelasku saat di pesantren dahulu...

untaian hikmah pun di tuturkan dari mulutnya, indah dan semakin indah.... tak lama selang itu tiba saatnya prosesi akad nikah, diriku berjabat tangan dengan ayah calon istriku tanda perjanjian dan ikrar cinta yang pada hakikatnya ikrar pada sang Kholiq...Lancar maka banyak diantara yang hadir mengatakan SAH...

Alhamdulilah ya ALLAH saat ini ku tak sendri lagi, namun sekaligus ada sebuah tanggung jawab sebagai pemimpin kelarga dipundakku, baik dan buruknya keluargaku adalah tanggung jawabku kelak...

usai mengucapkan ikrar akad maka ku lantunkan surah Ar Rohman sebagai maharku untuk istriku... tak terasa air mata menitis saat ku baca ayat-ayat cinta, satu persatu ku bacakan kalam ilahi terasa indah di relung hatiku.... semoga Kita wahai istriku kelak menjadi generasi yang selalu bersyukur atas nikmatNYA... fabiayyi alaa irobbikuma tukadziban.... maka nikmat tuhan mana lagi yang hendak kau dustakan...???

ALLAH semoga lantunan ayat sucimu yang mengawali rumah tangga kami ini menandakan dan bertekad pada kami untuk menjalani rumah tangga ini diatas jalan mu dengan panduan Al Qur'an syariatMu...AMIN...

resepsi pun begitu megah dan indah, banyak handai taulan dan keluarga begitupun sahabat dan teman2.... diperkirakan setelah melihat dari buku tamu sekitar 2000 orang yang datang pada pernikahan kami... Ya Allah terima kasih atas anugrah ini terus ku ucapkan....salah satu saja dari mereka ada doa orang sholeh yang diijabah olehMU kami pun bersyukur tapi apalagi insyALLAH semua yang datang adalah orang2 yang berniat baik dan sholeh (Amien)...

sepertinya aku dan istriku tak ada kesempatan untuk sejenak duduk karena begitu banyaknya orang yang begitu tulus mengucapkan selamat dan doa...

namun alhamdulilah akhirnya kami pun selesai melaksanakan resepsi ini, kami lakukan ini pun karena anjuran rasulMU ya ALLAH...yaitu rasulullah pernah bersabda bahwa jika kalian menikah maka undanglah fakir miskin dan keluarga dan umumkanlah...semoga kami tidak termasuk manusia yang isrof berlebihan...Amin....

saya dan istri usai melaksanakan resepsi langsung menuju ciwidey Hotel Sindangreret disana kami istirahat dan sejenah melangsungkan doa pengantin baru, Allahumma inni asaluka min khoiriha wa khoiri ma jabaltaha alaih, wa inni 'a'udzubika min syarriha wa syarri ma jabaltaha alaih... "Ya ALALh aku mengharapkan dari istriku kebaikannya dan kebaikan keturunannya, dan aku berlindung dari keburukannya dan keburukan keturunannya" Amin

dan akhirnya mulailah diriku yang kini tak sendiri lagi, ada yang menemani setia...kalaupun nantinya berjauhan tapi tetap akan setia berada disisi untuk mengingatkan pada kebaikan.....ya ALLAh akupun memohon atas bimbinganMU untuk menjalani semua ini....


Kamis, 19 Mei 2011

Allah...Esok Aku tak Sendiri Lagi


Sejenak ku bersyukur pada MU ya RABB, atas segala kenikmatan ini... dikala ku sangat mendambakan seorang permaisuri untuk mendampingiku mengarungi samudera kehidupan ini yang sangat penuh dengan kepelikan, saat itu pula kau berikan ujian berupa perjalanan panjang tuk mencapainya.

Aku Kau uji dengan kenikmatan dunia, banyak wanita yang menghampiri. Sangat cantik, sangat menarik menurut ukuran duniawi, namun menurut ukuran ukhrowi belum tentu. Berapa banyak ungkapan kekaguman terhadapku yang mengalir dari wanita-wanita tersebut baik secara langsung berbicara maupun melalui faceebook, SMS atau Telfon...atau beberapa dari mereka ada yang langsung mengungkapkan keinginannya untuk dipersunting olehku. Semua ini adalah ujian dariMU ya RABB.

ya ALLAH, aku alhamdulillah bertemu dengan seorang wanita sholehah. tak ku sadar dia pernah melihatku saat perform nasyid dan tak lama kemudian kami berjumpa di dunia maya. saat itu tak ada perasaan apapun, karena aku masih memegang prinsip menjaga hati. Namun dengan izin ALLAH kami dikenalkan lebih dekat oleh MU ya RABB melalui perantara Ibu-nya. Ibu nya yang men-taarufkan kami.

ya ALLAH saat itu aku berbicara perihal ini pada orang tua ku sendiri juga pada Guru ngajiku. karena ingin menjaga hati, maka aku ajak dia untuk menikah ya ALLAH...saat itu aku bicara pada Ibunya, akan kesiapanku untuk menjaga hati, menjaga fitnah dengan menghalalkan kami. sambutan baik dari sang Ibu membuatku semangat dan bersyukur padaMU ya Rabb. Namun Sang Ibu tak bisa mengambil keputusan, karena ada suami yang lebih berhak atas putrinya ini.

Berdoa kupanjatkan setiap malam dan setiap selesai sholat wajib, agar engkau bukakan hati ayahnya dan memberikan ijin pada kami untuk menghalalkan. namun takdirMu Rabb, Ayahanda tak mengijinkan jika menikah dalam waktu dekat dikarenakan sang puteri tercinta baru saja memasuki study Fakultas Kedokteran yang cukup membutuhkan perhatian banyak dalam belajar. Sang ayah khawatir jika menikah dalam waktu dekat ini maka study nya menjadi tidak berjalan dengan baik.

ALLAH, sempat aku yakinkan akan kesediaanku mendampingi puterinya itu bahkan tak akan menganggu kuliah, namu pertimbangan sang ayahanda pula sang Kakek sangat tidak setuju atas dilanjutkannya proses kami. Kecewa sebagai manusia biasa pun jatuh pada diriku. tapi aku harus realistis bahwa inilah kehidupan yang harus ku jalani.

kemudian ku coba untuk bertaaruf dengan seorang wanita yang di sarankan oleh teman ngajiku, aku jalani taaruf itu hingga harus berangkat ke Bekasi. Namun dua kali aku berangkat ke Bekasi untuk melakukan taaruf, maka kesekian kali pun aku ditakdirkan Oleh ALLAH belum berjodoh dengannya.

ALLAH saat itu aku sebagai manusia aku STRESS, FRUSTASI, kenapa dari sekian aku melakukan taaruf ingin menjalankan syari'atMU namun ENGKAU tak mudahkan. akupun sempat terperosok saat KAU uji dengan ujian duri yang menawan, tanpa ku sadar ku telah masuk pada perangkapnya syetan. saat itu aku sadar aku salah, syetan begitu pandai menangkap kesadaranku sehingga masuk pada suasana kesalahan itu.

ALLAH aku tak se Sholeh Nabi Yusuf yang saat kau uji dengan wanita teguh dalam syariatmu, ALLAH akupun tak Se Sholeh Abu Misk yang karena ketampanannya dia diperangkap oleh wanita untuk melakukan kemaksiatan lalu dia rela melumuri semua tubuhnya dengan kotoran sehingga wanita itu jijik untuk melakukan kemaksiatan.

ya ALLAH aku malu atas semua ini.... dan aku masih bersyukur KAU berikan ku kesempatan untuk keluar dari kekhilafanku, kau terangi kembali sedikit-demi sedikit hatiku untuk kembali pada-MU... ALLAH aku ingin slalu bersamaMU, dekaplah diriku, bahagia bersamaMU... saat itu hanya diriMU lah yang setia pendampingiku saat ku malu atas kekhilafan ini...

ALLAH KAU hadirkan kembali sosok Sholehah itu menghampiriku, dia memberikan semangat dan dia menyambut diriku yang sempat terjerumus ini. inilah kebahagiaan yang sangat luar biasa yang ku rasakan, atas IjinMU sang Ibu menjadi penghubung kembali kami dan memberitahukan berita gembira bahwa sang Ayah saat ini sudah membolehkan meraut tali halal didalam syari'at-MU ya RABB...

AKU semakin yakin pada-MU ya RABB, jodoh itu telah kau tuliskan di Laufum Mahfuzh, padhal aku sempat terhempas, aku sempat melakukan ikhtiar kepada wanita lain dan aku sempat terperosok, tapi KAU kirim kembali dia sebagai penyejuk hati dikala ku sangat membutuhkannya, maka semakin ku yakin bahwa ENGKAU akan memberikan KEBUTUHANku bukan KEINGINANku, karena belum tentu Keinginan-ku adalah yang kita butuhkan saat ini, karena KAU tahu apa yang KU BUTUHKAN....

Tak lama kau berikan jalan yang sangat mudah untuk menuju gerbang itu, aku semakin berani menghadap ayahanda dan Alhamdulilah atas bantuan MU ya ALLAH aku Meng- Khitbah nya tanggal 1/1/11 (1 Januari 2011), ya ALLAH Esok Aku tak sendiri lagi, tidak lama selang 5 bulan kami akan menikah tak lama lagi tanggal 2 Juni 2011.... (bersambung)

Rabu, 06 April 2011

Stanza Cinta

Berderai mata hatiku
mendera semua harapan
Selaksa cintaku padanya
ikatan suci romantika naunganMU

Sejuta cinta menyapa
Masih cenderung Qu padanya
Tuhan satukan hati kami
Dibawah Cinta Alirkan Bahgia RedhoMU

Kutidurkan mimpi indah ini
padaMu yang menggenggam takdir
Kusandarkan harapan ini
padamu Ilahi, kusimpan di rongga hati
Stanza Cinta

# Lirik ini saya buat dan edit dari seorang Novelis malaysia (nurull halawati), beliau selesai menulis Novel berjudul "Stanza Cinta" dan minta dibuatkan Lagunya...
semoga bisa dinikmati, heu

Simpuh Do'a

Disepi malam ini
segelap hati menemui
cahayaMU duhai Ilahi
Simpuh hina diri ya RABBI

Kuharap ENGKAU rahmati
redhoi, semua ikhtiar diri
mampu lalui ujian ini
kerikil kehidupan duniawi

Owh Ya ALLAH TuhanQU
maafkanlah daku
yang penuh dosa dan hina ini
Owh ya ALLAH TuhanQu
terimalah CintaQu
Tuk Ada disisiMU
Simppuh Doa Hamba.....

ku sebut namamu
di helaan nafasQu tenang di hati
bimbinglah jiwa ini
meraih cintaMU


Allahumma Innaka 'Afuwwun karim,tuhibbul 'afwa fa'fu'anna