foto Qu

foto Qu

Minggu, 28 Agustus 2011

Rintihan Akhir Ramadhan



terbersit dihati sanubari
di hujung ramadhan MU ini
ku tak terdaya upaya
ku serahkan semua

apakah ramadhanku ini KAU terima?
apakah Qiyamuromadhanku KAU berikan ganjaran?
apakah lapar dan haus ku ini tak sia-sia?
apakah semua amalan yang sedikit ku lakukan dengan malu ini KAU terima??

Ampunan...
Rahmat...
Syurga...
Kasih Sayang...
Cinta....
ku damba dariMU

ya ALLAH jika memang Ramadhan Tahun ini
Adalah ramadhan terakhirku
maka bersihkan diri
dan ku berharap sangat darimu
menerima amalan ramadhanku ini

Kamis, 18 Agustus 2011

My Abi,,, My Pious Dad (Abi Qu Ayah yang Sholeh)


Bismillahirrohmanirrohim... saat itu adalah bulan ramadhan...namun ada yg berbeda,..ya bgitulah sat itu saya sedang mempersiapkan untuk sidang TA di Politeknik Al Islam,selain itu juga saya diberi amanah sebagai panitia Ramadhan di RS Al Islam dan yang lebih membuat berbeda adalah Abi (ayah) sedang dirawat di RSHS karena kanker yang dideritanya. Maka saat itu saya adalah seorang mahasiswa yang berusaha maksimal untuk menjadi yang terbaik, bahkan ada sebuah keharusan sebagai anak pada orang tuanya untuk membanggakan. karena Abi (ayah) pernah bicara padaQu: Dodi..! Abi ingin diberi kesempatan sama Allah melihat anak Abi diwisuda, khususnya anak laki2 harus terus menuntut Ilmu di bangku kuliah, singkat katanya punya gelar...tapi jangan salah Abi menginginkan ini karena kebutuhan dakwah sekarang bgitu...batapa tidak ummat islam di palestina walaupun dalam keadaan perang tapi mereka masih sempat menuntut ilmu meluluskan gelar mereka sampai Doctor S3..,kita pun butuh orang-orang seperti itu di daerah kita.Abi ingin melihat kamu di wisuda...!" ingat perkataan Abi itu selalu yang membuat saya semangat.., Disisi lain saya yg saat itu diberi Amanah sebagai Panitia Ramadhan di kampus bertugas untuk memberikan motifasi kepada mahasiswa lainnya untuk ikut bergabung aktif dalam kgiatan2 ramadhan termasuk adalah 'itikaf... Abi yang sejak awal ramadhan dirawat karena harus mengikuti perawatan Khemoterapi... maka Walhasil ramadhan kali itu adalah ramadhan yang padat...Persiapan Sidang TA, Aktif Panitia Ramadhan, dan stiap malam nya saya harus berkunjung ke RSHS tempat Abi sedang dirawat... Subhanallah dengan pertolongan Allah...Sidangku beres dan dapat kabar dr dosen pembimbing nilai sidangku A... trus kegiatan Ramadhan di kampus Alhamdulillah dimudahkan Allah, banyak dr mahasiswa membantu dan ikut aktif... saat hari 10 terakhir ramadhan, hari2 itikaf...sepulang kegiatan di kampus trus itikaf...namun stiap jam 11 malam saya harus sempatkan berkunjung ke Abi di RSHS...,sekedar memberikan motifasi, sharing dan memberikan semangat... 1 hari minus hari H idul Fitri Abi memaksa minta pulang pada pihak RS..sebenarnya masih dalam perawatan Khemo tapi akhirnya diizinkan juga oleh pihak dokter RSHS... saya dan kaka saat itu membawa Abi pulang...dan Alhamdulillah kondsi Abi yg baru saja di khemo yg ketiga itu mulai baik namun tentunya dampak dari Khemo dengan kondisi fisik yg kurus kering...tapi bgitu tabahnya beliau, selama dirawat dan selama sakit beliau tak pernah mengeluh bahkan mengatakan Auw atau Ah saja...kata Ummi yg menjaga Full selama di Rumah Sakit , jika Abi merasakan kesakitan hanya memejamkan mata, jika sudah baikan baru membuka matanya kembali... nah sekarang sepulang dari Rumah Sakit kami anaknya dan ummi bergantian mendampingi beliau di rumah...kegemarannya dipijit, terus kami menyuapinya, mendampinginya saat tayamum dan sholat... namun saat itu tgl 3 Syawal...Subuh jam 2.30 bliau membangunkan Ummi dan minta ummi utk membangunkan Kami anak-anaknya. Disuruhnya Sholat Tahajud...Qiyamullail...
saya, kakakku A'Deni, Dzikri dan Dillah bangun.....saat itu saya lebih memilih berangkat ke Masjid, sedangkan kakak dan adikku di rumah. Kebetulan kakakku yang satu perempuan teh Dini sedang Mudik ke Bogor kampung dari suaminya usai sholat Tahajud dilanjutkan Sholat Subuh di masjid saya pulang dan gantian menjaga Abi sambil memijat-mijatnya...saya tanya ke beliau: "Abi udah Sholat?"...sambil matanya agak memejam beliau bilang: "sudah barusan sebelum dodi datang..,"
Sekitar jam 6.15 Abi minta di pindah ke Ruang Tamu...saya dan Ummi membawanya ke Ruang tamu...dan mendudukannya di kursi, sambil sandaran...tak lama setelah itu Ummi menyeka tubuhnya dengan air hangat, karena belum boleh mandi oleh dokter dengan kondisi seperti ini.. kemudian Abi minta pindah ke Teras rumah katanya mau moyan (berjermur)...lalu karena tak kuat terlalu panas Abi minta pindah lagi ke ruang tamu dan Ummi men-suapinya makan, saat itu saya bilang sama Ummi... "Ummi itu dodi kan udah beliiin madu, coba makanannya dicampur pake madu...Allah sudah mencatat dalam AlQur'an bahwa madu adalah sebagai penyembuh..." Akhirnya Ummi mancampurkan madu dengan bubur Tepung..,
karena Ummi sedang masak, saya gantikan men-suapinya..suapan yg ketiga ku lihat Abi terlihat terkejut, seperti melihat sesuatu...kemudian Aku ingat akan kutipan yang ditulis oleh M.Anis Matta dalam bukunya "mempersiapkan Kematian" bahwa dalam proses sakaratul maut malaikat maut akan terlihat oleh calon yang akan dicabut nyawanya..., sontak saat itu saya melafalkan dan membimbing Abi melafazkan kalimah Thoyyibah ditelinganya...akhirnya semua berkumpul, adikku dillah, dzikri, ummi dan smua kerabat yang rumahnya masih dekat dengan rumahku.. Tak lama dari itu setelah kulihat Abi menggerakkan mulutnya yg kuharap itu adalah ucapan tauhid...akhirnya Abi menghembuskan nafasnya terakhir...tak sulit, namun mudah.. smoga itu adalah bagian dari tanda dari kmatian orang sholeh...Amin...
Ummi terus belum percaya bahwa Abi sudah mninggal...Setelah ku kecup keningnya...kemudian ku tenangkan Ummi, ku bawa ummi ke kamar dan ku katakan padanya : "Ummi....ingat memang kita sayang dan cinta sama Abi tapi ada yang lebih berhak mencintai Abi" . Setelah Ummi agak tenang dan ada beberapa kerabat yg menemani...saya segera memberi tahu kaka yg sedang keluar rumah..juga memberitahu kerabat-kerabat yang ada di daerah bandung diantar sepupu saya pakai motor... Sepanjang perjalanan rasa manusiawi saya muncul, menangis, masih tak percaya namun saya berusaha tegar dan menyandarkan kembali pada ALLAH.
Ketika saya pulang memberi tahu kerabat...ku lihat rumah dan kampungku sudah penuh dengan kerumunan orang yang melayat berta'ziah...dan saya melihat Abi sudah bersih di pakaikan kain putih, kain kafan...banyak sahabat dan para ustadz juga kerabat menghampiriku mengucapkan takziah dan sekedar memberikan ketabahan... ku lihat beberapa jajaran pengurus PKS DPD Kab.Bandung dan anggota dewan PKS, kader-kader dan simpatisan PKS hadir semuanya nampak menangis saat mensholatkan...bahkan kalangan organisasi islam semua datang...ada persis, muhamadiah, NU, jamaah Tabligh...subhanallah..karena Abi adalah sosok tokoh yang menjaga hubungan baik dengan siapapun.... maka hari itu saya, ummi, kaka2ku, adik2ku, kader2 dan simpatisan dakwah menangis merasa kehilangan akan sosoknya....yang aku kagum juga bahwa ternyata para ustadz dan tokoh kader dakwah langsung terjun iktu menggali dan menguburkan mayat Abi ke liang lahat tempat peristirahatannya...Subhanallah... Abi meninggal saat saya akan di wisuda sekitar 2 minggu lagi...begitulah takdir Allah..padahal beliau sangat ingin melihat saya diwisuda, dengan gagah memakai baju Toga. tapi itulah yang terbaik untuknya dan untuk diriku juga keluargaku. Abi engkau adalah Ayah panutan....engkau contoh laki-laki sholeh bagiku... Semoga Allah menempatkan engkau di tempat peristirahatan yang dijanjikan untuk orang-orang sholeh yang dihiasi karena amal sholeh yang dikerjakan selama di dunia...Amin...
Inshallah aku akan terus meneladanimu Abi, aku akan selalu ingat nasihat-nasihatmu, dan akan meneruskan perjuangan mu...
Selamat Tinggal Idolaku, my Abi my Pious Dad...

Ibroh dari Bunga Mawar


Sahabat jika kita mendengar bunga maka yang tergambar oleh kita adalah bentuknya yang indah, harum wanginya, ketika memandangnya kita serasa segar dan tentunya banyak beberapa orang yang mengungkapkan beberapa perasaannya untuk rasa cintakah, bahagiakah, ucapan terima kasih, ucapan selamat dan lain sebagainya. Terlebih ketika kita mendengar bunga mawar. Maka semua keindahannya akan kita bayangkan luar biasa. Warnanya yang berbagai macam, ada merah, putih, pink, dan ada yang samar orange. Namun sahabat ada sesuatu yang kita lupakan dari semua gambaran tentang bunga mawar itu, adalah duri di tangkainya. Jika kita tak hati-hati memegang di tangkainya maka tentu duri itu akan menyakiti kita bahkan bisa jadi hingga berdarah.

Mari kita ambil ibroh dari sebuah kisah alam ini. Jika boleh saya umpamakan maka bunga mawar itu bagaikan godan dari syaitan. Syaitan itu berusaha untuk membungkus amalan kemaksiatan itu begitu indah bagaikan bunga mawar tadi. Namun ketika mendekatinya bahkan menyentuhnya maka kerugian yang didapatkan. Hampir bahkan semua amaln maksiat itu diindahkan oleh syaitan pada pandangan manusia. Misalkan zina, syaitan akan memberikan pandangan dan pemikiran yang begitu indah pada seseorang dan tentunya smua dampak keburukan dari maksiat itu dia akan tutupi sehingga terjerumuslah dan baru setelah terjerumus dia menyesal dan terkena durinya.

Contoh yang lain saya harus berani mengatakan tentang hubungan antara lawan jenis yang diluar ikatan pernikahan, ya sebut saja Pacaran. Tentunya syaitan memberikan keindahan pada kondisi ini. Begitu berbunga-bunga jika bertemu dengan sang kekasih, sehari saja tidak tau kondisi walaupun via HP maka akan gundah, ketika kekasihnya memandang pada dia terasa melayang bahkan dibalas pandangan itu tentunya dengan pandangan perasaan pada dia. Padahal sudah jelas-jelas Allah mengingatkan pada kita akan bahaya zina dan sedikitpun jagngan mendekatinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Al-Israa': 32) bahkan rasulullah pun mengingatkan kita juga dengan mengatakan “Ghadul bashor” jaga pandangan kalian. Tapi karena syaitan membungus kmaksiatan itu bgitu indah maka tak terasa bahwa yang dilakukan saat berpacaran itu adalah sedang bermaksiat pada Allah. Maka begitulah kemaksiatan itu seperti bunga mawar. Ranjau menawan. Dirasa begitu indah namun saat mendekati dan menyentuhnya dia akan terkena duri dari tankai kemaksiatan itu.

Mari kita ambil pelajaran dari smua itu, bisa jadi kemaksiatan-kemaksiatan yang tak terasa oleh kita dan bisa jadi dirasa indah dan biasa saja sedang kita lakukan. Dan duri itu belum dirasakan oleh kita. Karena durinya itu ada yang dirasakan langsung saat itu juga, ada yang dirasakan dampaknya kemudian dan ada yang diberikan durinya itu di akhirat. Wallahu’alam bishowab.

PKS samakah dg partai Lain??? Tidak...!! PKS tetap BEDA

Muhammad Luthfi Ari S April 15 at 7:38am Reply • Report Islamedia - Dua bulan terakhir, PKS seolah menjadi actor antagonis dari sebuah drama politik yang entah disutradarai oleh siapa. Semuanya bermula ketika PKS ngotot menggulirkan hak angket mafia pajak. Bersama Partai Golkar, PKS menjadi partai yang berbeda sikapnya dengan partai koalisi pendukung SBY terkait hak angket tersebut. Ketika akhirnya pendukung hak angket kalah dalam voting, saat itu pula drama politik PKS bergulir.
Diawali dengan isu korupsi daging impor yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian, video mesum tidak mirip Anis Matta, lalu secara tiba-tiba muncul Yusuf Supendi yang menggugat petinggi PKS dengan berbagai tuduhan, hingga berujung pada kasus Arifinto yang tertangkap kamera wartawan sedang “melihat” materi porno di ipadnya saat Sidang Paripurna.
Hujatan publik mengalir deras. Cercaan dan makian bertubi-tubi menghujani tubuh PKS. Kata mereka: “PKS menjual agama”; “ PKS partai munafik”; PKS partai porno”; “PKS tak ada bedanya dengan partai lain”. Benarkah PKS sama dengan partai lainnya? PKS Tetap Beda! PKS bukanlah kumpulan malaikat yang karena tak punya nafsu maka tak bisa berbuat salah. PKS juga bukan kumpulan setan yang setiap saat selalu berbuat salah dan berkewajiban mengajak orang lain untuk mengikuti jejaknya. PKS hanya jamaah manusia yang berusaha seoptimal mungkin “mendekati” kesucian malaikat untuk tak berbuat dosa dan disaat yang sama berusaha semaksimal mungkin menjauhi setan agar tak terjerumus dalam kesesatannya. Setiap pekan kader PKS mengkaji Islam sebagai cara kader PKS mengenal lebih dekat ajaran Allah yang dibawa oleh Rasulullah saw. Setiap pekan kader PKS di mutaba’ah: berapa kali kader PKS sholatjamaah?; berapa kali kader PKS sholat sunnah?; berapa kali kader PKS puasa?; berapa kali kader PKS membaca dan mentadabburi al-Qur’an?; berapa kali kader PKS sholat malam?; berapa kali kader PKS berinfak?; berapa kali kader PKS bersilaturahim?; berapa kali kader PKS membaca buku?; dan berapa kali kader PKS melakukan amal-amal kebaikanlainnya? Itu semua sebagai cara kader PKS mempraktekkan ajaran Islam yang lengkap dan paripurna. Itulah cara kader PKS menjauhi perbuatan dosa. Itulah cara kader PKS mengendalikan nafsu. Itulah cara kader PKS “mendekati” kesempurnaan malaikat yang bebas dari dosa. Dan, sekali lagi, itulah cara kader PKS menjauhi godaan setan yang tak pernah kenal lelah mendatangi kader PKS dari seluruh penjuru mata angin, bahkan hingga merasuk kedalam hembusan nafas dan aliran darah kader PKS. Beberapa pekan sekali kader PKS mabit untuk membersihkan hati dari debu-debu dosa. Kader PKS sholat malam berjamaah, kader PKS bermuhasabah, kader PKS mengkaji Islam. Begitu indah. Suasana kebersamaan begitu terasa. Kader PKS terikat bukan hanya karena factor politik; tapi ikatan iman dan aqidah. Adakah partai lain melakukan apa yang PKS kerjakan? Sejauh pengamatan kami: belum ada! Bagi kader PKS, partai hanya sebuah sarana dakwah; bukan tujuan; bukan segala-galanya. Lalu, mengapa masih ada kader PKS yang terjebak rayuan maut setan? Itulah bukti bahwa kader PKS manusia; bukan malaikat. Bukti bahwa setan tak kenal lelah menggoda manusia dengan berbagai trik jitu dan halus. Bayangkan, kader PKS saja yang berusaha keras menginternalisasi nilai-nilai Islam kepada paraanggotanya, ternyata masih kecolongan. Lalu, bagaimana jadinya dengan partai lain yang Cuma menjadikan politik sebagai sarana merebut dan mempertahankan kekuasaan? PKS Tetap Beda! Bagi yang menganggap PKS sama dengan partai-partai lain, perhatikanlah baik-baik setiap kasus yang menimpa PKS. Semuanya baru dugaan dan tak pernah diajukan kemeja pengadilan. Kasus korupsi daging impor yang dimuat di Majalah Tempo, hingga hari ini tak pernah masuk keranah hukum. Bahkan, kalau mau jujur, apa yang menimpa Arifinto, belum terbukti benar. Sejauh ini, media menghakimi Arifinto sengaja membuka situs porno, yang kemudian dibantah oleh Arifinto bahwa ia hanyamembuka link email. Dan inilah yang membuat PKS tetap beda dengan partai lainnya. Meski belum terbukti, Arifinto langsung mundur sebagai anggota DPR. Tahukah jika di gedung dewan yang terhormat itu, teramat banyak anggotanya yang jelas-jelas sudah terbukti bersalah, namun tak mau mundur dengan alasan kasusnya belum memiliki kekuatan hukum tetap? Tahukah jika disana banyak tindakan anggota dewan yang jauh lebih menjijikkan dan memalukan dibanding Arifinto? Tidur saat sidang, jarang hadir, menelepon dan bermain ipad. Tapi mereka tak malu. Dan karenanya mereka tak mau mundur. PKS Tetap Beda! Lihatlah saat PKS melakukan pergantian pucuk pimpinan partai. Tak ada gontok-gontokan. Tak ada keributan. Tak ada politik uang. Tak ada kursi terbang di atas kepala. Tak ada kata-kata makian yang terlontar. Semuanya berlangsung smooth. Bahkan tak jarang di antara kader PKS saling mempersilakan diri untuk menjadi pemimpin. Itu karena bagi kader PKS, menjadi pemimpin adalah amanah berat yang kelak harus dipertanggungjawabkan di akhirat. Menjadi pemimpin di DPC, DPD, DPW atau DPP bukanlah tiket untuk menjadi anggota dewan atau menteri. Dan karena itu pula, tak ada dalam kamus kader PKS untuk mati-matian memperebutkannya. Bandingkan dengan partai lain. Setiap dihelat munas, rapimnas, mukernas atau yang sejenisnya, selalu saja berita yang tersaji sangat tidak elok untuk didengar. Isu suap, perkelahian di ruang sidang, kursi terbang, dan sebagainya. Ujung-ujungnya, ketika ada pihak yang kalah, maka mereka akan keluar dari partai dan membuat barisan baru. PKS Tetap Beda! Masih ingatkah dengan tradisi politik adiluhung yang dilakukan PKS sejak dulu? PKS mengharamkan rangkap jabatan. Tak ada dalam kamus PKS, seorang pejabat public juga menjadi pejabat partai. Di mulai dengan mundurnya Nurmahmudi Ismail yang saat itu diangkat menjadi menteri Kehutanan oleh Gus Dur. Ia mundur sebagai presiden partai untuk menghilangkan konflik kepentingan. Tradisi itu terus PKS lakukan hinggasaat ini. Bukankah secara kasat mata saja, terlihat perbedaan PKS dengan partai lain? Di saat PKS mengharamkan rangkap jabatan, di saat yang sama partai-partai lain justru dengan sengaja menjadikan pimpinan partainya merangkap jabatan sebagai pejabat publik. Kita bias melihatnya sekarang: betapa banyak pimpinan partai yang menjadi menteri. PKS Tetap Beda! Slogan PKS sebagai partai yang peduli, bukan pepesan kosong. Berapa kali sudah PKS berada di garda terdepan saat bencana dating menghantam negeri kita tercinta. Di Aceh kala tsunami menerjang; Di Yogyakarta kalagempa mengguncang; di Padang dan Mentawai saat lindu menggoyang; juga di Yogyakarta kala Merapi meradang. Kepedulian PKS adalah wujud Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Praktek nyata dari keindahan nilai-nilai Islam dalam memandang kemanusiaan. Itulah yang membedakan PKS dengan partai lain. PKS hadir setiap hari: dimana pun dan kapanpun. PKS tak hanya hadir saat menjelang pilkada atau pemilu. PKS tak hadir lima tahun sekali dengan membagi-bagi sembako, kaos, jilbab dan uang. Tak semurah dans erendah itu PKS menghargai rakyat.PKS hadir setiap saat ketika masyarakat membutuhkan PKS. PKS Tetap Beda! Meski kader PKS mulai dihinggapi persoalan-persoalan yang mirip dialami kader partai lainnya, tak serta merta membuat PKS sama. Kasus Arifinto yang menurutnya tak sengaja membuka konten porno tentu saja jauh berbeda dengan kasus sejenis yang dialami kaderpartai lain. Arifinto bukanlah Yahya Zaini atau Max Moein yang jelas-jelas telah berzina. Akhirnya, kami hanya ingin mengingatkan: Toyota Alphard dan Bajaj tetaplah berbeda meski keduanya memiliki bentuk roda yang sama yakni bundar. Wallahua’lam bishshowab.

Senin, 15 Agustus 2011

Romantisnya Rasulullah

Syariat Islam diturunkan melalui tangan Muhammad SAW. Bukanlah malaikat, melainkan beliau seorang manusia biasa seperti kita. “Katakanlah, Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. ( QS Al Kahfi [18] : 110).
Dengan tuntunan wahyu tersebut Rasulullah SAW dinobatkan oleh Allah SWT sebagai suri tauladan. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS Al Ahzab [33] : 21).
Oleh karenanya dalam segala aspek kehidupan Rasullah saw menjadi contoh baik bagi kita. Termasuk dalam masalah rumah tangga.
Layaknya manusia biasa Rasulullah SAW mempunyai sisi romantis. Beliau sangat pandai dan baik dalam memperlakukan istri-istrinya.
Di antara sisi romantis Rasulullah saw, beliau mencium istrinya sebelum keluar untuk shalat. Dari ‘Aisyah Radhiallaahu ‘anha, “Bahwa Nabi SAW mencium sebagian istrinya kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu”. (HR Ahmad).
Hal ini menunjukan bagaimana Rasulullah SAW mengekspresikan cinta kepada istrinya dengan sederhana dan bersahaja. Hadis ini juga memperlihatkan tentang kelembutan Rasulullah SAW dalam memperlakukan istri-istrinya.
Rasulullah SAW pun senang memanjakan istrinya. Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah saw dengan satu tempat air, tangan kami selalu bergantian mengambil air.” (HR Mutafaqun ‘alaih).
Dalam riwayat Ibnu Hibban menambahkan, “Dan tangan kami bersentuhan”.
Dalam memperlakukan istri-istrinya Rasulullah SAW bukan saja dengan kelembutan. Tak segan-segan Rasulullah saw mengerjakan perkerjaan mereka. Di antaranya mencuci pakaian.
‘Aisyah umul mukminin mengisahkan, “Rasulullah SAWpernah mencuci pakaian bekas kami, lalu keluar untuk menunaikan shalat dengan pakaian tersebut, dan saya masih melihat bekas cucian itu.” (HR Bukhari Muslim).
Bayangkahlah! Muhammad adalah seorang nabi dan rasul. Manusia yang derajatnya ditinggikan Allah SWT. Beliau juga seorang pemimpin umat. Namun tak segan mengerjakan perkerjaan rumah yang biasa dikerjakan oleh perempuan; mencuci baju.
Bukan hanya itu, saat itu masyarakat menganggap perempuan kelas kedua. Bahkan memiliki anak perempuan dianggap sebagai suatu aib. Dan perempuan dianggap najis ketika haid, seperti yang diyakini orang Yahudi. Sehingga tidak berkenan makan bersama dengan wanita haid.
Rasulullah SAW mengajarkan untuk memperlakukan dengan istimewa. Hal itu ditunjukan ketika nabi Muhammad SAW tidak sungkan mandi dari sisa air istrinya. Dari Ibnu Abbas, “Bahwa nabi saw pernah mandi dari air sisa Maimunah.” (HR Muslim).
Semua hal yang dilakukan oleh Rasulullah menunjukan bahwa Rasulullah sangat memahami psikis dan perasaan wanita. Rasulullah SAW pun menghargai persamaan. Wallahu ‘alam bi showwab.