Bismillahirrohmanirrohim...
saat itu adalah bulan ramadhan...namun ada yg berbeda,..ya bgitulah sat itu saya sedang mempersiapkan untuk sidang TA di Politeknik Al Islam,selain itu juga saya diberi amanah sebagai panitia Ramadhan di RS Al Islam dan yang lebih membuat berbeda adalah Abi (ayah) sedang dirawat di RSHS karena kanker yang dideritanya. Maka saat itu saya adalah seorang mahasiswa yang berusaha maksimal untuk menjadi yang terbaik, bahkan ada sebuah keharusan sebagai anak pada orang tuanya untuk membanggakan. karena Abi (ayah) pernah bicara padaQu: Dodi..! Abi ingin diberi kesempatan sama Allah melihat anak Abi diwisuda, khususnya anak laki2 harus terus menuntut Ilmu di bangku kuliah, singkat katanya punya gelar...tapi jangan salah Abi menginginkan ini karena kebutuhan dakwah sekarang bgitu...batapa tidak ummat islam di palestina walaupun dalam keadaan perang tapi mereka masih sempat menuntut ilmu meluluskan gelar mereka sampai Doctor S3..,kita pun butuh orang-orang seperti itu di daerah kita.Abi ingin melihat kamu di wisuda...!"
ingat perkataan Abi itu selalu yang membuat saya semangat..,
Disisi lain saya yg saat itu diberi Amanah sebagai Panitia Ramadhan di kampus bertugas untuk memberikan motifasi kepada mahasiswa lainnya untuk ikut bergabung aktif dalam kgiatan2 ramadhan termasuk adalah 'itikaf...
Abi yang sejak awal ramadhan dirawat karena harus mengikuti perawatan Khemoterapi...
maka Walhasil ramadhan kali itu adalah ramadhan yang padat...Persiapan Sidang TA, Aktif Panitia Ramadhan, dan stiap malam nya saya harus berkunjung ke RSHS tempat Abi sedang dirawat...
Subhanallah dengan pertolongan Allah...Sidangku beres dan dapat kabar dr dosen pembimbing nilai sidangku A...
trus kegiatan Ramadhan di kampus Alhamdulillah dimudahkan Allah, banyak dr mahasiswa membantu dan ikut aktif...
saat hari 10 terakhir ramadhan, hari2 itikaf...sepulang kegiatan di kampus trus itikaf...namun stiap jam 11 malam saya harus sempatkan berkunjung ke Abi di RSHS...,sekedar memberikan motifasi, sharing dan memberikan semangat...
1 hari minus hari H idul Fitri Abi memaksa minta pulang pada pihak RS..sebenarnya masih dalam perawatan Khemo tapi akhirnya diizinkan juga oleh pihak dokter RSHS...
saya dan kaka saat itu membawa Abi pulang...dan Alhamdulillah kondsi Abi yg baru saja di khemo yg ketiga itu mulai baik namun tentunya dampak dari Khemo dengan kondisi fisik yg kurus kering...tapi bgitu tabahnya beliau, selama dirawat dan selama sakit beliau tak pernah mengeluh bahkan mengatakan Auw atau Ah saja...kata Ummi yg menjaga Full selama di Rumah Sakit , jika Abi merasakan kesakitan hanya memejamkan mata, jika sudah baikan baru membuka matanya kembali... nah sekarang sepulang dari Rumah Sakit kami anaknya dan ummi bergantian mendampingi beliau di rumah...kegemarannya dipijit, terus kami menyuapinya, mendampinginya saat tayamum dan sholat...
namun saat itu tgl 3 Syawal...Subuh jam 2.30 bliau membangunkan Ummi dan minta ummi utk membangunkan Kami anak-anaknya. Disuruhnya Sholat Tahajud...Qiyamullail...
saya, kakakku A'Deni, Dzikri dan Dillah bangun.....saat itu saya lebih memilih berangkat ke Masjid, sedangkan kakak dan adikku di rumah. Kebetulan kakakku yang satu perempuan teh Dini sedang Mudik ke Bogor kampung dari suaminya
usai sholat Tahajud dilanjutkan Sholat Subuh di masjid saya pulang dan gantian menjaga Abi sambil memijat-mijatnya...saya tanya ke beliau: "Abi udah Sholat?"...sambil matanya agak memejam beliau bilang: "sudah barusan sebelum dodi datang..,"
Sekitar jam 6.15 Abi minta di pindah ke Ruang Tamu...saya dan Ummi membawanya ke Ruang tamu...dan mendudukannya di kursi, sambil sandaran...tak lama setelah itu Ummi menyeka tubuhnya dengan air hangat, karena belum boleh mandi oleh dokter dengan kondisi seperti ini.. kemudian Abi minta pindah ke Teras rumah katanya mau moyan (berjermur)...lalu karena tak kuat terlalu panas Abi minta pindah lagi ke ruang tamu dan Ummi men-suapinya makan, saat itu saya bilang sama Ummi...
"Ummi itu dodi kan udah beliiin madu, coba makanannya dicampur pake madu...Allah sudah mencatat dalam AlQur'an bahwa madu adalah sebagai penyembuh..."
Akhirnya Ummi mancampurkan madu dengan bubur Tepung..,
karena Ummi sedang masak, saya gantikan men-suapinya..suapan yg ketiga ku lihat Abi terlihat terkejut, seperti melihat sesuatu...kemudian Aku ingat akan kutipan yang ditulis oleh M.Anis Matta dalam bukunya "mempersiapkan Kematian" bahwa dalam proses sakaratul maut malaikat maut akan terlihat oleh calon yang akan dicabut nyawanya..., sontak saat itu saya melafalkan dan membimbing Abi melafazkan kalimah Thoyyibah ditelinganya...akhirnya semua berkumpul, adikku dillah, dzikri, ummi dan smua kerabat yang rumahnya masih dekat dengan rumahku.. Tak lama dari itu setelah kulihat Abi menggerakkan mulutnya yg kuharap itu adalah ucapan tauhid...akhirnya Abi menghembuskan nafasnya terakhir...tak sulit, namun mudah.. smoga itu adalah bagian dari tanda dari kmatian orang sholeh...Amin...
Ummi terus belum percaya bahwa Abi sudah mninggal...Setelah ku kecup keningnya...kemudian ku tenangkan Ummi, ku bawa ummi ke kamar dan ku katakan padanya : "Ummi....ingat memang kita sayang dan cinta sama Abi tapi ada yang lebih berhak mencintai Abi" . Setelah Ummi agak tenang dan ada beberapa kerabat yg menemani...saya segera memberi tahu kaka yg sedang keluar rumah..juga memberitahu kerabat-kerabat yang ada di daerah bandung diantar sepupu saya pakai motor... Sepanjang perjalanan rasa manusiawi saya muncul, menangis, masih tak percaya namun saya berusaha tegar dan menyandarkan kembali pada ALLAH.
Ketika saya pulang memberi tahu kerabat...ku lihat rumah dan kampungku sudah penuh dengan kerumunan orang yang melayat berta'ziah...dan saya melihat Abi sudah bersih di pakaikan kain putih, kain kafan...banyak sahabat dan para ustadz juga kerabat menghampiriku mengucapkan takziah dan sekedar memberikan ketabahan...
ku lihat beberapa jajaran pengurus PKS DPD Kab.Bandung dan anggota dewan PKS, kader-kader dan simpatisan PKS hadir semuanya nampak menangis saat mensholatkan...bahkan kalangan organisasi islam semua datang...ada persis, muhamadiah, NU, jamaah Tabligh...subhanallah..karena Abi adalah sosok tokoh yang menjaga hubungan baik dengan siapapun....
maka hari itu saya, ummi, kaka2ku, adik2ku, kader2 dan simpatisan dakwah menangis merasa kehilangan akan sosoknya....yang aku kagum juga bahwa ternyata para ustadz dan tokoh kader dakwah langsung terjun iktu menggali dan menguburkan mayat Abi ke liang lahat tempat peristirahatannya...Subhanallah...
Abi meninggal saat saya akan di wisuda sekitar 2 minggu lagi...begitulah takdir Allah..padahal beliau sangat ingin melihat saya diwisuda, dengan gagah memakai baju Toga. tapi itulah yang terbaik untuknya dan untuk diriku juga keluargaku.
Abi engkau adalah Ayah panutan....engkau contoh laki-laki sholeh bagiku...
Semoga Allah menempatkan engkau di tempat peristirahatan yang dijanjikan untuk orang-orang sholeh yang dihiasi karena amal sholeh yang dikerjakan selama di dunia...Amin...
Inshallah aku akan terus meneladanimu Abi, aku akan selalu ingat nasihat-nasihatmu, dan akan meneruskan perjuangan mu...
Selamat Tinggal Idolaku, my Abi my Pious Dad...